Pages

Senin, 07 Juli 2014

Khutbah tentang surah Ali Imran 190-191


Khutbah tentang surah Ali Imran 190-191

KHUTBAH PERTAMA :
إنَّالْحَمْدَللهنَحْمَدُهُوَنَسْتَعِيْنُهُوَنَسْتَغْفِرُهُ،وَنَعُوْذُباللهمِنْشُرُوْرِأَنْفُسِنَاوَمِنْسَيِّئَاتِأَعْمَالِنَا،مَنْيَهْدِهِاللهفَلَامُضِلَّلَهُوَمَنْيُضْلِلْفَلَاهَادِيَلَهُ،أَشْهَدُأَنْلَاإلهإلااللهوَحْدَهُلَاشَرِيْكَلَهُ،وَأَشْهَدُأَنَّمُحَمَّدًاعَبْدُهُوَرَسُوْلُهُ.

يَاأَيُّهاَالَّذِينَءَامَنُوااتَّقُوااللهحَقَّتُقَاتِهِوَلاَتَمُوتُنَّإِلاَّوَأَنتُممُّسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَاالنَّاسُاتَّقُوارَبَّكُمُالَّذِيخَلَقَكُممِّنْنَفْسٍوَاحِدَةٍوَخَلَقَمِنْهَازَوْجَهَاوَبَثَّمِنْهُمَارِجَالاًكَثِيرًاوَنِسَآءًوَاتَّقُوااللهَالَّذِيتَسَآءَلُونَبِهِوَاْلأَرْحَامَإِنَّاللهكَانَعَلَيْكُمْرَقِيبًا
يَاأَيُّهَاالَّذِينَءَامَنُوااتَّقُوااللهوَقُولُواقَوْلاًسَدِيدًا . يُصْلِحْلَكُمْأَعْمَالَكُمْوَيَغْفِرْلَكُمْذُنُوبَكُمْوَمَنيُطِعِاللهَوَرَسُولَهُفَقَدْفَازَفَوْزًاعَظِيمًا

أَمَّابَعْدُ: فَإِنَّأَصْدَقَالْحَدِيْثِكِتَابُاللهوَخَيْرَالْهَدْيِهَدْيُمُحَمَّدٍصلىاللهعليهوسلموَشَرَّالْأُمُوْرِمُحْدَثَاتُهَا،وَكُلَّمُحْدَثَةٍبِدْعَةٌ،وَكُلَّبِدْعَةٍضَلَالَةٌ،وَكُلَّضَلَالَةٍفِيالنَّارِ. اللهمصَلعَلَىمُحَمدٍ،وَعَلَىآلِهِوَصَحْبِهِوَسَلمْ 

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah
Pada kesempatan yang mulia ini, di tempat yang mulia, dan di hari yang mulia ini, marilah kita selalu menjaga dan meningkatkan mutu keimanan dan kualitas ketakwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benarnya, yaitu ketakwaan yang dibangun karena mengharap keridhaan Allah Subhanahu Wata’ala dan bukan keridhaan manusia, ketakwaan yang dilandasi karena ilmu yang bersumber dari al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah, dan ketakwaan yang dibuktikan dengan amal perbuatan dengan cara menjalankan setiap perintah Allah dan NabiNya karena mengharap rahmat Allah Subhanahu Wata’ala dan berusaha semaksimal mungkin menjauhi dan meninggalkan setiap bentuk larangan Allah dan NabiNya karena takut terhadap azab dan siksa Allah Subhanahu Wata’ala. 

Thalq bin Habib Rahimahullah seorang tabi'in, suatu ketika pernah menuturkan sebagaimana dinukil oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di dalam Fatawanya,

اَلتَّقْوَى: أَنْتَعْمَلَبِطَاعَةِاللهعَلَىنُوْرٍمِنَالله،تَرْجُورَحْمَةَاللهوَأَنْتَتْرُكَمَعْصِيَةَاللهعَلَىنُوْرٍمِنَالله،تَخَافَعَذَابَالله. 

"Takwa adalah kamu mengamalkan ketaatan kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah, kamu mengharapkan rahmat Allah, dan kamu meninggalkan maksiat kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah, serta kamu takut azab Allah." 

Demikianlah seharusnya yang selalu ada dan tumbuh dalam benak dan hati setiap Muslim, sehingga akan membawa dampak dan bekas yang baik, melahirkan pribadi-pribadi yang istiqamah dan iltizam (konsisten) terhadap agamanya sehingga pada akhirnya akan membentuk keluarga dan komunitas masyarakat yang senantiasa berjalan di atas manhaj dan jalan yang lurus. Dengan demikian, Allah Subhanahu Wata’ala akan memberikan kehidupan yang baik di dunia serta memberikan balasan pahala yang lebih baik dari apa yang telah diperbuat di akhirat kelak sebagaimana yang telah Allah Subhanahu Wata’ala janjikan.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah 
Pada surat ali imran ayat 190 Allah mengajak manusia untuk berpikir dan merenungi tentang penciptaan langit-langit dan bumi. Kemudian pada ayat berikutnya Allah Swt menjelaskan hasil dan buah dari berpikir ini.
Ayat ini menjelaskan tentang keesaan Tuhan Sang Pencipta dan menyatakan bahwa apabila manusia memikirkan dengan cermat dan menggunakan akalnya terkait dengan proses penciptaan langit-langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, maka ia akan menemukan tanda-tanda jelas atas kekuasaan Allah Swt; maha karya dan rahasia-rahasia yang menakjubkan yang akan menuntun para hamba kepada Allah Swt dan hari Kiamat serta menggiring mereka pada kekuasaan Ilahi yang tak terbatas.
Abstrak dan ringkasan makna dua ayat ini adalah demikian; mereka yang menyaksikan, didasari dengan pemikiran dan perenungan, penciptaan langit-langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, pemikiran dan perenungan ini menyebabkan mereka senantiasa akan mengingat Tuhan. Dengan perantara ini mereka akan menyadari bahwa Allah Swt segera akan membangkitkan mereka dan atas dasar itu ia memohon rahmat-Nya serta meminta supaya janji yang diberikan kepada mereka dapat terealisir baginya.

Sidang jum’ah muslimin rohimakumullah 
Salah satu jalan terbaik untuk mengenal Tuhan adalah jalan yang dijadikan Allah Swt sebagai agumen atas diri-Nya sendiri dan jalan itu adalah memberdayakan akal untuk mengenal Sang Pencipta; artinya apabila manusia memanfaatkan dan memberdayakan akalnya dan memikirkan tentang penciptaan semesta, pelbagai keajaiban penciptaan dan keteraturan yang mendominasi penciptaan maka ia akan terbimbing memahami keesaan Sang Pencipta alam semesta ini dan mengakui tentang kebijaksanaan dan keagungan ciptaan-Nya.
Berpikir adalah salah satu tipologi terpenting manusia. Berpikir merupakan salah satu nikmat di antara nikmat-nikmat Ilahi yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia dan berulang kali al-Quran menyeru manusia untuk menggunakan akal dan pikirannya.
Ayat ini merupakan seruan kepada manusia untuk berpikir tentang proses penciptaan semesta.
[1] Ayat ini disertai dengan ayat-ayat serupa,[2] menetapkan tentang keesaan Sang Pencipta. Karena apabila seseorang mencermati dan memikirkan tentang proses penciptaan langit-langit dan bumi, maka ia akan menemukan tanda-tanda terang atas kekuasaan Allah Swt; maha karya dan rahasia-rahasia yang menakjubkan yang akan menuntut para hamba kepada Allah Swt dan hari Kimaat serta menggiring mereka pada kekuasaan Ilahi yang tak terbatas.
Manusia apabila memikirkan tentang proses penciptaan langit dan bumi, akan menemukan bahwa seluruh ini tadinya tiada kini mengada (baca: hadits) dan memerlukan pencipta dan Khaliq. Pencipta mereka adalah Tuhan; karena pada sistem penciptaan yang menakjubkan, terdapat rahasia-rahasia dan ilmu yang tidak dapat dilakukan selain seorang yang Mahabijaksana. Karena itu, pencipta semesta ini tentulah seorang Pencipta Yang Mahabijak, Mahamengetahui dan tersifati dengan sifat-sifat sempurna dan agung.
Salah satu ayat dan tanda penciptaan-Nya yang dirasakan oleh setiap manusia adalah silih bergantinya siang dan malam yang berputar berdasarkan sistem yang akurat dan cermat serta memiliki pengaruh, keberkahan dan pengaruh yang dapat dirasaan oleh tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Ayat-ayat ini dan ayat-ayat yang serupa berbicara tentang hal ini.
Tatkala orang-orang musyrik Mekkah datang kepada Rasulullah Saw dan meminta mukjizat untuk menetapkan keberadaan Tuhan dan kenabian Muhammad. Salah satu usulan mereka yang disampaikan kepada Rasululah Saw, “Ubahlah gunung Shafa menjadi emas.” Allah Swt menjawab permintaan mereka, “Penciptaan langit-langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, sangat penting untuk dapat menetapkan Sang Pencipta bagi orang-orang yang berakal; artinya apabila manusia menggunakan akal dan memberdayakan pikirannya maka hal itu akan membimbingnya kepada Sang Pencipta. Apakah mungkin langit-langit dan bumi, segala ciptaan yang menakjubkan yang ada di dalamnya, dapat mengada tanpa ada yang mengadakannya? Apakah mungkin dapat diterima siang dan malam yang datang silih berganti secara teratur pada setiap bulan dan tahun bahkan sedetik pun tidak pernah menyelisih siklus perputarannya dapat sedemikian teratur tanpa pencipta yang berkuasa? Apakah penciptaan makhluk-makhluk seperti ini lebih penting atau gunung Shafa yang ingin dirubah menjadi emas?
Apa yang dapat dijadikan sebagai penafsiran ayat mulia ini secara global dapat dikatakan bahwa ayat ini menunjukkan tentang masalah tauhid dan menyatakan, “Langit-langit ini yang berada di atas kita dan menaungi kita, dengan segala kecermatan dalam penciptaannya dan bumi yang memeluk kita dan alas yang kita jejaki di atasnya, dengan segala keajaibannya, dengan segala keanehan dalam perubahan-perubahannya, misalnya silih bergantinya siang dan malam, segala sesuatunya memerlukan Sang Pencipta yang mengadakan dan menciptakannya. Hal ini merupakan salah satu argumen (burhân) yang dapat disuguhkan pada ayat ini terkait dengan masalah tauhid.
Argumen lainnya adalah sistem dan mekanisme yang berlaku di alam semeta; hasil dari argumen ini perut bumi dari sisi berat, kecil dan besarnya, jauh dan dekatnya masing-masing berbeda. Apabila manusia mencermatinya, maka ia akan menyimpulkan bahwa sedemikian menakjubkan dan indahnya sistem yang berlaku di alam semesta, alam dengan segala keluasaanya dari sisi mana pun memberikan pengaruh pada sisi lainnya, setiap bagian-bagiannya yang dapat mengada di setiap tempat, terpengaruh pada bagian-bagian lainnya, gravitasi umumnya yang satu sama lain saling bertautan, demikian juga cahaya dan panasnya, dengan pengaruhnya yang menggerakan gerak dan zaman.
Sistem umum dan general ini berada di bawah satu aturan yang permanen dan bahkan hukum relativitas pun memandang gerak umum di alam semesta ini senantiasa berubah. Hukum relativitas mau-tak mau mengakui bahwa ia juga didominasi oleh hukum lain, yaitu aturan yang permanen yaitu adanya perubahan dan pergantian.
Ringkasan makna  dua ayat ini: mereka yang memandang langit-langit dan bumi serta silih bergantinya siang dan malam dengan pikiran dan perenungan maka perenungan ini akan melahirkan dzikir kepada Allah Swt sehingga dalam perbagai kondisi, berdiri, duduk, diam, menyaksikan dengan seksama seluruh makhluk yang ada di alam semesta yang akan membimbing mereka dari makhluk yang paling kecil pada keberadaan sosok Perencana dan Pelukis alam semesta.
Peta yang menarik yang nampak pada setiap sudut dan sisi penciptaan semesta, sedemikian menyedot perhatian orang-orang berakal sehingga pikiran-pikirannya dalam setiap kondisi, baik berdiri, duduk, diam dan seterusnya mengingat Tuhan Sang Pencipta.
Pada setiap fenomena yang disaksikan, ia belajar sebuah pelajaran tauhid yang baru dan dari sketsa indah alam semesta ia memahami pencipta-Nya yang sama sekali tidak menciptakan semesta yang menakjubkan ini dengan sia-sia dan tanpa tujuan.
Orang-orang berakal, hasil dari pikiran dan renungan seperti ini ia tidak akan melupakan Tuhan dalam setiap kondisi dan dengan perantara itu ia akan mengetahui bahwa Allah Swt akan segera memebangkitkan mereka dan atas dasar itu memohon rahmat Ilah dan memohon supaya janji Ilahi dapat segera terrealisir baginya.
[3]
 

[1]“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.’”
Nampaknya yang dimaksud sebagai “kha-lq” di sini adalah kualitas wujud, pengaruh, gerak dan diam, berubahnya langit dan bumi, bukan pengadaannya.  Sayid Muhammad Husain Thabathabai, al-Mizân fi Tafsir al-Qur’ân, jil. 4, hal. 87, Daftar Intisyarat Islami, Qum, 1417 H.
[2]. Seperti ayat 164 surah al-Baqarah, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut dengan membawa apa yang berguna bagi manusia, air yang Allah turunkan dari langit, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering-kerontang), dan Dia tebarkan segala jenis hewan di atas bumi itu, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh terdapat tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”


khubah ke 2
اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إلا ِالله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،
قَالَ الله تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

إنَّ الله وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

different of American style and British Style in bussines letter


                                           
American Style
British Style
Heading
According to the format but usually aligned to the left
The heading is usually placed in the top right corner of the letter ( sometimes centered)
Date
October 19th,2005 (month-day-year) According to the format but usually aligned to the left two lines below the heading
19th October 2005 (day-month-year) Usually placed directly (or 1 blank line) below the heading
Salutation
Dear Mr./
Ms. Smith :
Dear Sir Or Madam:
Gentelmen:
After the salutation there is a colon (.)
Dear Mr./
Ms. Smith,
Dear Sir Or Madam,
Gentelmen,
After the salutation there is a comma (,)
Complimentary Close
Sincerely,
Sincerely yours,
Yours truly,
Sincerely,
Yours sincerely,
Yours faithfully,

Senin, 16 Juni 2014

contoh kata pengantar

Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan kepada tuhan yang Maha Esa yaitu tiada lain selain Allah SWT karena berkat rahmat serta karunianya tugas Ms.Word ini dapat terlaksanakan tanpa kendala .

Maksud Dan tujuan pembuatan Tutorial Chart pada Ms.Word ini adalah sebagai pengabdian saya kepada guru yang bilamana ada tugas itu harus dilaksanakan,
Oleh karena itu saya ucapkan Terimakasih pada Bapak Fajar Suyamtoselaku Dosen pembimbing saya di pelajaran Ms.Word. 
Karena berkat beliau ilmu saya jadi bertambah. Terimakasih juga karena beliau mau menuangkan ilmunya kepada kami.
Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan tugas ini masih banyak kekurangan, karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, untuk itu kritik dan  saran yang membangun dari anda sangat diharapkan demi kesempurnaan tugas ini.

Demikian kata pengantarinisaya buat, semogadapatbermanfaat, khususnyabagisaya dan pengguna Ms.Word padaumumnya.







Bogor, ..............Desember 2013

                                                                                                Punyusun

sistem nomor


DEFINISI SISTEM NOMOR

FILING SISTEM NOMOR (Numeric Filing System)

       Filing system nomor adalah system kearsipan yang dalam penyimpanan detail, lebih teliti penyusunan surat atau warkat dengan memakai nomor secara berurutan mulai dari nomor terkecil sampai nomor terbesar.
       Sistem nomor adalah sistem penyimpanan dokumen yang berdasarkan kode nomor sebagai pengganti dari nama orang atau nama badan Usaha.
       sistem nomorpun penyimpanan dokumen berdasarkan nama, hanya disini diganti dengan kodenomor saja.
KELEBIHAN :
       Penyimpanan dapat lebih teliti, cermat, dan teratur.
       Penyimpanan dapat lebih cepat dan tepat.
       Sederhana dan mudah dilaksanaka.
       Dapat dipakai untuk segala macam surat/warkat/dokumen.
       Nomor dokumen dapat dipergunakan sebagai referensi dalam korespondensi.
       Nomor map atau dokumen dapat diperluas tanpa batas.
KELEMAHAN :

v  Lebih banyak waktu dipergunakan untuk mengindeks.
v  Banyaknya map untuk surat-surat beraneka ragam, dapat menimbulkan kesulitan.
v  Perlu ruangan yang luas dan memadai untuk menyimpan arsip yang banyak.

MACAM-MACAM SISTEM NOMOR :
Dilihat dari cara pengelompokan dan penyusunan kode dalam penyimpanan sistem ini dapat dibedakan menjadi beberapa macam:
   1.      Menggunakan daftar klasifikasi
A.      sistem nomor dewey (dewey Numeric Filing)
Sistem ini menetapkan kode surat berdasarkan nomor yang ditetapkan untuk surat yang bersangkutan. Sistem ini menggunakan pembagian pengelompokan surat Per-Sepuluhan.
Yang diperlukan dalam sistem ini adalah
a. Perlengkapan yang diperlukan adalah
- Filling cabinet
- Guide
- Folder
b. Daftar klasifikasi nomor
c. Kartu kendali
Dalam klasifikasi, nomor adalah daftar yang memuat semua kegiatan / masalah yang terdapat dalam kantor. Setiap masalah diberi nomor tertentu.
Dalam daftar ini terdapat tiga pembagian yaitu
- Pembagian utama, memuat kegiatan / masalah pokok dari kantor
- Pembagian pembantu, memuat uraian masalah yang terdapat pada pembagian utama
- Pembagian kecil memuat uraian masalah yang terdapat pada pembagian pembantu.
Guna daftar klasifikasi adalah
- Sebagai pedoman pemberian kode surat
- Sebagai pedoman untuk mempersiapkan dan menyusun tempat penyimpanan surat
Uraian guide, folder, dan surat dalam filling cabinet
- Dalam setiap laci filling cabinet diperlukan 10 guide
- Dibelakang setiap guide ditempatkan 10 folder
- Surat yang terbaru dalam setiap folder ditempatkan paling depan
Cara penyimpanan surat
- Surat dibaca lebih dahulu untuk mengetahui permasalahannya
- Memberi kode surat
- Mencatat surat kedalam kartu kendali
- Mencatat surat pada kartu indeks
- Menyimpan surat
- Penyusunan surat dalam folder setiap surat yang baru selalu ditempatkan di urutan paling depan

   B.      Sistem Nomor Block
Dalam sistem nomor ini pengelompokannya mendasarkan bidang kegiatan sesuai dengan satuan organisasi menurut struktur organisasi. Maka, bidang-bidang aktivitas, kepentingannya atau fungsi-fungsi daripada suatu organisasi dibagi-bagi menurut kategori atau blok bernomor. Setiap blok memuat suatu jumlah angka yang berseragam tergantung jumlah sub pembagian bidangnya. Jadi, nomor pertama menunjukan bidangnya, selanjutnya adalah sub pembagian yang lebih kecil misalnya:
                10000 – 19999    Tata Usaha
                20000 - 22999     Keuangan
                30000 - 39999     Personalia

   C.      Sistem Nomor Sandi (Code Numeric Filing)
Dalam sistem ini, pengelompokannya merupakan gabungan antara jenis kegiatan/ masalah dengan satuan organisasi, misalnya :
   a.    Pembagian menurut satuan organisasi
1.      – Kantor Pusat Jakarta
10    – Kantor Cabang Bandung
20    – Kantor Cabang Semarang
   b.    Pembagian menurut Kegiatan/masalah :
1.      = Keuangan
2.      = Kepegawaian
3.      = Tata Usaha
Untuk kode : 01 = Keuangan Kantor Pusat Jakarta
-          = Kepegawaian Kantor Cabang Bandung
-          = Tata Usaha Kantor Cabang Bandung

2. Yang tidak mengunakan daftar klasifikasi

   D.    Sitem Terminal Digit
Dalam sistem ini semua surat yang akan disimpan dicatat dalam buku arsip dan diberi nomor urut. Surat pertama diberi nomor 000, surat kedua 001, dan seterusnya, tidak memandang isi surat, alamat, atau surat keluar masuk.
  
   E.     Sistem Nomor Seri
Dalam sistem ini semua surat yang akan disimpan/dicatat dan di beri nomor urut tetapi dipisahkan dalam kelompok/ruas untuk tiap bulan dan tahun, misalnya : surat berkode/bernomor arsip 85/11/80,   maksudnya :
85=  menunjukan tahun 1985
11= menunjukan bulan November
80= menunjukan urutan nomer

Baik terminal digit maupun Seri tidak menggunakan daftar klasifikasi sebab keduanya tidak memandang masalah, nama, wilayah, atau surat masuk/keluar.